M
Kembali ke Beranda
Berita Terbaru

Kajian Tuntun Jamaah Raih Jiwa Tenang (Nafsul Muthmainnah)

Administrator
16 January 2026 618x Dibaca
Kajian Tuntun Jamaah Raih Jiwa Tenang (Nafsul Muthmainnah)
PWMU.CO – Komunitas One Week One Juz (OWOJ) di bawah naungan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Batu menggelar tasyakuran sekaligus kajian spesial menyambut khataman putaran ke-4, Sabtu (10/1/2026) di Masjid Al-A'raf, Junrejo. Acara bertema “Menjadi Nafsul Muthmainnah (Insan dengan Jiwa yang Tenang)” ini dihadiri 83 peserta dan sejumlah admin dari wilayah Batu dan Malang Raya.
OWOJ adalah gerakan mengaji yang diikuti dengan metode 5T: Tilawah, Terjemah, Tadabur, Terfahamkan, dan Teramalkan. Acara tasyakuran ini menjadi apresiasi bagi jamaah yang telah konsisten menyelesaikan putaran keempat bacaan Al-Qur’an.
Ketua OWOJ, Ibu Nurhayati, dalam sambutannya mengapresiasi konsistensi anggota atau owojer yang telah menyelesaikan bacaan Al-Qur’an dengan metode 5T, “Ini adalah bukti cinta kita kepada Allah dan Rasul, sebagai bekal meraih surga,” ujarnya.
Dilanjutkan dengan sambutan yang penuh hikmah pada Tasyakuran Khataman ke-4 OWOJ PDA Kota Batu, Penasihat OWOJ KH. Dr. Nurbani Yusuf, M.Si menegaskan kedudukan sentral Al-Qur’an bukan hanya sebagai bacaan, melainkan sebagai sumber ketenangan dan pedoman solutif bagi segala persoalan kehidupan.
“Gerakan OWOJ ini adalah lifelong learning dalam memahami dan mengamalkan Kalamullah. Setiap juz yang kita khatamkan seharusnya tidak berhenti di lisan, tetapi harus meresap ke dalam hati, mengubah cara pandang, dan menjadi petunjuk praktis dalam menghadapi dinamika hidup,” tutur beliau di hadapan para jamaah.
Kiai Nurbani Yusuf menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah asy-syifa (obat) dan al-huda (petunjuk) yang hakiki. Ia mengajak para owojer untuk menjadikan interaksi dengan Al-Qur’an sebagai kebutuhan ruhiyah harian yang mampu menenangkan jiwa di tengah gempuran masalah.
“Di era yang penuh kegaduhan ini, hanya dengan merutinkan tilawah, memahami maknanya, dan mengamalkan ajarannya lah kita bisa meraih nafsul muthmainnah, jiwa yang tenang dan tenteram karena selalu terhubung dengan Allah,” pesannya.
Beliau juga mengapresiasi langkah strategis PDA Kota Batu yang memfasilitasi gerakan OWOJ, serta mengharapkan agar komunitas ini terus berkembang dan menjadi teladan bagi masyarakat dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an secara nyata dan berdampak sosial.
Acara juga diisi tahsin, ramah tamah, dan sambutan dari Ketua PDA Batu, Ibu Nurul Wahidah, serta Koordinator OWOJ Malang, Bunda Yatik. Kegiatan ini memperkuat komitmen ‘Aisyiyah dalam membina komunitas muslimah yang produktif secara spiritual melalui pendalaman Al-Qur’an yang rutin dan terstruktur.
Kajian utama disampaikan Ustadz Luqman Hakim dengan pendekatan interaktif. Ia menjelaskan bahwa tujuan akhir dari interaksi dengan Al-Qur’an adalah meraih ketenangan jiwa (nafsul muthmainnah), yang menjadi tiket masuk surga. “Kunci utamanya adalah menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup (Al-Huda) dalam setiap situasi, serta menerima takdir dengan mengucap ‘Alhamdulillah’,” paparnya.
Acara juga dimeriahkan dengan sesi tahsin bersama Ustadzah Asma, doorprize, dan ramah tamah. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Majelis Tabligh dan Keterjihan PDA Batu sebagai bentuk komitmen membina komunitas muslimah yang religius, solid, dan konsisten dalam mengkaji Al-Qur’an.
Bagikan artikel ini:

Diskusi & Tanggapan (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama berkomentar!