M
Kembali ke Beranda
Berita Terbaru

Student Breakthrough Vol. 1: PD IPM Kota Batu Kampanyekan Stop Kekerasan Berbasis Gender Pada Pelajar

Administrator
19 February 2026 665x Dibaca
Student Breakthrough Vol. 1: PD IPM Kota Batu Kampanyekan Stop Kekerasan Berbasis Gender Pada Pelajar
MPI PDM KOTA BATU-Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Batu menyelenggarakan kegiatan Edukasi Kekerasan Berbasis Gender pada Minggu (15/2) di La’Coco Cafe. Kegiatan bertajuk Student Breakthrough Vol. 1: “Stop the Fright, Stand for the Right” ini merupakan inisiatif Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan yang dilatarbelakangi oleh maraknya isu kekerasan terhadap anak yang akhir-akhir ini menjadi perhatian. Berdasarkan data SNPHAR 2024, tercatat bahwa anak usia 13–17 tahun setidaknya pernah mengalami kekerasan dengan persentase mencapai 50,78%, sehingga edukasi mengenai pencegahan dan perlindungan menjadi urgensi bersama.

Dalam sambutannya, Ketua PD IPM Kota Batu, Rijal Fikri Maulana, menyampaikan pentingnya menghadirkan ruang diskusi mengenai isu gender di kalangan pelajar. Ia menekankan bahwa seminggu setelah Muktamar, terdapat perubahan nomenklatur nama bidang dari IPMAWATI menjadi PUG (Pengarusutamaan Gender), yang menunjukkan keseriusan organisasi dalam merespons isu kesetaraan secara lebih komprehensif. Menurutnya, perubahan tersebut bukan sekadar administratif, tetapi menjadi komitmen untuk memperluas perspektif dan gerakan dalam menciptakan lingkungan yang lebih adil dan setara.

Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari pelajar sekolah Muhammadiyah maupun non-Muhammadiyah di Kota Batu. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang sekolah menunjukkan tingginya kepedulian pelajar terhadap isu kekerasan berbasis gender.

Materi disampaikan oleh Ibu Nuri Ayu Rahmawati, S.Sos., seorang aktivis kesejahteraan sosial yang berkomitmen mendukung tumbuh kembang anak dan remaja agar memiliki kehidupan yang terarah dan terlindungi. Penyampaian diawali dengan pemahaman dasar mengenai kesetaraan gender, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan berbagai bentuk kekerasan berbasis gender yang dapat dialami anak, seperti sunat perempuan (FGM), pernikahan anak (CM), child grooming, sextortion, hingga kekerasan seksual berbasis online.

Selain membahas bentuk-bentuk kekerasan, pemateri juga memaparkan jalur pelaporan yang dapat ditempuh serta prosedur tanggap darurat apabila terjadi kekerasan. Peserta kemudian diajak merefleksikan perasaan dan pemahaman mereka setelah mengetahui berbagai bentuk kekerasan tersebut, guna menumbuhkan kesadaran diri dan empati yang lebih mendalam. Diskusi berlangsung aktif dan dinamis berkat antusiasme peserta yang tinggi.

Salah satu peserta menyampaikan kesan dan pesannya,
“Selama mengikuti kegiatan hari ini saya sangat senang karena bisa menambah wawasan mengenai kekerasan berbasis gender. Pematerinya juga keren dan sesi diskusinya seru banget. Semoga ke depannya ada lagi kegiatan seperti ini.”

Rangkaian acara ditutup dengan kegiatan kriya menghias cermin sebagai wadah kreativitas sekaligus simbol refleksi diri dan penguatan kepercayaan diri peserta, bahwa setiap individu berharga dan berhak atas ruang aman.

Kegiatan ini diketuai oleh Fuaida Berliana Almansyah yang turut menjadi fasilitator bersama Alifia Shafarotuz Zahra, Shafira Aulia Bilqis, dan Fadillah Avieroes Asy’ari. Kolaborasi para fasilitator menghadirkan suasana pembelajaran yang suportif, partisipatif, dan reflektif bagi seluruh peserta.

Student Breakthrough Vol. 1 menjadi langkah nyata PD IPM Kota Batu dalam memperjuangkan kesetaraan gender dan menghadirkan ruang aman bagi setiap anak dan pelajar. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan keberanian pelajar untuk bersuara, saling melindungi, serta bersama-sama membangun lingkungan yang adil, setara, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

(FUAIDA/ ISTIMEWA)
Bagikan artikel ini:

Diskusi & Tanggapan (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama berkomentar!