M
Kembali ke Beranda
Berita Terbaru

Kajian Ahad Pagi K.H. Ahmad Dahlan Bahas Puasa Berkualitas Berbasis Nutrisi dan Sains

Administrator
03 February 2026 614x Dibaca
Kajian Ahad Pagi K.H. Ahmad Dahlan Bahas Puasa Berkualitas Berbasis Nutrisi dan Sains

MPIDKOTABATU — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batu kembali menyelenggarakan Kajian Ahad Pagi K.H. Ahmad Dahlan pada Ahad Wage, 1 Februari 2026 M bertepatan dengan 13 Sya’ban 1447 H. Kegiatan yang berlangsung di Masjid At Taqwa Kota Batu ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. Damat, M.P., IPM sebagai pemateri utama.

Mengangkat tema “Puasa Berkualitas: Integrasi Nutrisi dan Sains Modern”, kajian ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif tentang puasa tidak hanya dari aspek spiritual, tetapi juga dari sudut pandang kesehatan dan ilmu pengetahuan modern.

Dalam pemaparannya, Prof. Damat menjelaskan bahwa tujuan utama berpuasa adalah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain bernilai ibadah, puasa juga memberikan jeda bagi tubuh untuk melakukan proses pembersihan diri secara alami. Kelebihan gula dan lemak yang menumpuk dalam tubuh, menurutnya, berpotensi memicu berbagai penyakit jika tidak dikelola dengan baik.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat berpuasa terjadi proses pembongkaran lemak sekitar pukul 12.00 hingga 14.00 untuk dijadikan sumber energi. Pada fase ini pula berlangsung pembersihan sel-sel mati yang kemudian dibuang dari tubuh dan dimanfaatkan oleh sel-sel baru. Proses tersebut berdampak pada menurunnya berat badan serta meningkatkan kesehatan tubuh, kejernihan hati, dan kecerdasan pikiran. Puasa juga berperan dalam menurunkan kadar insulin dalam tubuh.

Agar tubuh tetap segar selama berpuasa, Prof. Damat menekankan pentingnya selektif memilih makanan saat sahur. Jamaah dianjurkan menghindari makanan yang mudah dicerna seperti nasi yang telah diinapkan, serta memilih makanan lambat cerna seperti umbi-umbian. Asupan tinggi protein, makanan berserat dari sayur dan buah, serta menghindari minuman diuretik seperti teh dan kopi juga menjadi perhatian. Selain itu, jamaah diimbau untuk menghindari gorengan dan aktivitas fisik yang berlebihan.

Untuk berbuka puasa, beliau menganjurkan agar diawali dengan minuman kurma serta menghindari kolak dan gorengan, terutama makanan yang digoreng menggunakan margarin.

Sebagai penutup, kajian ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran jamaah bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan proses pembinaan diri secara menyeluruh, baik secara spiritual maupun fisik. Integrasi nilai ibadah dengan pemahaman nutrisi dan sains modern menjadi bekal penting agar umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa secara lebih berkualitas, sehat, dan bermakna dalam kehidupan sehari-hari. (Khoen Eka/Co Editor)
Bagikan artikel ini:

Diskusi & Tanggapan (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama berkomentar!